+ Saturday, 22 December 2012
20G Vandal Throw Up

Esensi vandal dan illegal selamannya akan tetap berbeda dengan modus legal dan memiliki izin. Dimana adrenalin dan nyali benar-benar terpompa, selalu antisipasi di area sekitar sekirannya ada warga setempat ataupun petugas keamanan yang akan memergoki dan berargumentasi dengan kita kemudian menciduk kita ke yang berwajib atau adu otot langsung di lokasi. Ok, Kita ada lima (5) foto lagi yang harus kalian lihat, klik More di bawah untuk loncat ke link.





Terima kasih untuk @anandanegara sebagai fotografer yang selalu loyal menjadi salah satu partner saya. Throw Up ini akan terlihat di sekitar Jl. Puspogiwang Barat, Semarang.
Lihat Peta Lebih Besar
+ Friday, 21 December 2012
LONTEMART a ripped-off tee project by anonymous SMG vandal artist

Mungkin kalian cukup familiar dan aware dengan logo ini, Yaps! Ini adalah sebuah logo perusahaan ritel LOTTEMART asal Korea yang membuka cabang di beberapa negara dunia dan Indonesia salah satunya. Vandal Artist asal Semarang yang cukup dikenal karena ciri khasnya dalam berkarya di ruang publik selalu menggunakan Wheatpaste kali ini bermain di medium kaos, karena menurut dia dengan menuangkan karya pada medium kaos sebuah seni tidak hanya bisa di lihat namun juga bisa di kenakan, berekspresi dan mengkomunikasikan sebuah pesan. Mungkin kalian sudah bertanya siapa creator dibalik proyek ini, namun sayang kita ga bisa menyebutkan nama sang seniman, karena sang seniman tidak ingin di sebutkan identitasnya dan lebih ingin dikenal sebagai anonim, biarkan karyanya yang lebih berbicara. Berikut sedikit interview dengan sang Vandal Artist.
Hal apa yang membuat Anda tercetus untuk membuat desain ini?
Jadi, di salah satu lokasi tempat saya tinggal yaitu kota Semarang pernah berdiri sebuah supermarket dengan nama Makro, lalu lokasi tersebut di jual dan di akuisisi oleh jenis usaha yang sama yaitu supermarket namun dengan nama atau merk baru yaitu LotteMart yang berasal dari negara Korea. Lalu tidak lama setelah LotteMart mulai menjalankan usahannya, ada beberapa masyarakat Semarang yang dengan maksud tujuan bercanda suka mengganti nama depan dari usaha tersebut dengan istilah 'LONTE' dan tetap berakhir dengan 'Mart'.
Karena seringnya saya mendengar dan mengamati kebiasaan masyarakat lokal Semarang menyebutkan hal tersebut, kemudian saya yang juga bukan penduduk asli Semarang bertanya kepada mereka apa arti dari istilah LONTE? Pengertian LONTE sendiri dalam bahasa Indonesia adalah PSK (Pekerja Seks Komersial). Jadi bisa di bilang karena kota Semarang memiliki sebuah istilah lokal yang mirip dengan nama usaha ini, menjadikan salah satu candaan baru buat mereka dengan sebutan LONTEmart dan karena hal ini lucu serta bisa membuat orang yang melihatnya (yang paham artinya) bisa tertawa, hal ini menginspirasi saya untuk membuat sebuah desain dan menuangkannya ke sebuah kreatif medium T-shirt, menjadikan sebuah karya yang bisa di kenakan dan dapat mengekspresikan sebuah komunikasi. (@anandanegara)

Apakah Anda membuatnya dalam jumlah banyak?
Untuk saat ini saya hanya membuat 2 t-shirt, untuk saya sendiri dan partner saya.
Selain nama 'LOTTE' berubah menjadi 'LONTE', apakah ada elemen lain yang Anda rubah?
Ada. Pada tagline mereka yang bertuliskan "WHOLESALE" memilki arti menjual apa saja, di rubah menjadi "WHORESALE" yang memiliki pengertian "Obral PSK", menggunakan istilah tersebut untuk menguatkan pengertian awal dari LONTE itu sendiri yang berarti PSK/Pelacur/Bitch.
Anda tidak takut jika Perusahaan LOTTEmart menggugat Anda, atas tindakan pelecehan logo?
Tidak, karena saya akan tetap di kenal sebagai Anonim. Jikapun mereka tahu, hal ini cukup membuang tenaga, uang dan waktu percuma hanya untuk mempermasalahkan hal seperti ini. Yang lebih penting bisa membuat orang lain tertawa dan memberikan kebahagiaan.
More++
Jadi, di salah satu lokasi tempat saya tinggal yaitu kota Semarang pernah berdiri sebuah supermarket dengan nama Makro, lalu lokasi tersebut di jual dan di akuisisi oleh jenis usaha yang sama yaitu supermarket namun dengan nama atau merk baru yaitu LotteMart yang berasal dari negara Korea. Lalu tidak lama setelah LotteMart mulai menjalankan usahannya, ada beberapa masyarakat Semarang yang dengan maksud tujuan bercanda suka mengganti nama depan dari usaha tersebut dengan istilah 'LONTE' dan tetap berakhir dengan 'Mart'.
Karena seringnya saya mendengar dan mengamati kebiasaan masyarakat lokal Semarang menyebutkan hal tersebut, kemudian saya yang juga bukan penduduk asli Semarang bertanya kepada mereka apa arti dari istilah LONTE? Pengertian LONTE sendiri dalam bahasa Indonesia adalah PSK (Pekerja Seks Komersial). Jadi bisa di bilang karena kota Semarang memiliki sebuah istilah lokal yang mirip dengan nama usaha ini, menjadikan salah satu candaan baru buat mereka dengan sebutan LONTEmart dan karena hal ini lucu serta bisa membuat orang yang melihatnya (yang paham artinya) bisa tertawa, hal ini menginspirasi saya untuk membuat sebuah desain dan menuangkannya ke sebuah kreatif medium T-shirt, menjadikan sebuah karya yang bisa di kenakan dan dapat mengekspresikan sebuah komunikasi. (@anandanegara)

Apakah Anda membuatnya dalam jumlah banyak?
Untuk saat ini saya hanya membuat 2 t-shirt, untuk saya sendiri dan partner saya.
Selain nama 'LOTTE' berubah menjadi 'LONTE', apakah ada elemen lain yang Anda rubah?
Ada. Pada tagline mereka yang bertuliskan "WHOLESALE" memilki arti menjual apa saja, di rubah menjadi "WHORESALE" yang memiliki pengertian "Obral PSK", menggunakan istilah tersebut untuk menguatkan pengertian awal dari LONTE itu sendiri yang berarti PSK/Pelacur/Bitch.
Anda tidak takut jika Perusahaan LOTTEmart menggugat Anda, atas tindakan pelecehan logo?
Tidak, karena saya akan tetap di kenal sebagai Anonim. Jikapun mereka tahu, hal ini cukup membuang tenaga, uang dan waktu percuma hanya untuk mempermasalahkan hal seperti ini. Yang lebih penting bisa membuat orang lain tertawa dan memberikan kebahagiaan.
+ Wednesday, 3 October 2012
20G - Galeri Nasional, JKT.

Di tanggal 2 Oktober 2012, bertepatan dengan hari Batik Nasional dimana pada 3 tahun yang lalu di tetapkan oleh UNESCO sebagai bagian dari Cagar dan hak milik budaya Indonesia serta menjadi warisan budaya dunia. Pada hari yang sama, Jakarta 32°C mengadakan acara diskusi dengan tema "Seni dan Aktivisme Mahasiswa" yang berlokasi di Galeri Nasional Jakarta, berada tepat didepan stasiun kereta api Gambir.
Dalam diskusi tersebut salah satu pembicara 'Andi RHARHARHA' mengatakan "Seni adalah perlawanan, mungkin sudah seharusnya mahasiswa sekarang mengenal apa itu graffiti, stencil, dan seni jalanan lainya. Sehingga mungkin dengan demikian aksi aktivisme mahasiswa seperti demo yang identik dengan aksi lempar bom molotov, berorasi menyampaikan pesan, dan terjadi bentrok fisik dengan aparat militer bisa dirubah menjadi aksi demo dengan menggunakan seni.
Mahasiwa harus di perkenalkan dengan pilox, jadi klo demo bawanya pilox bukan senjata tumpul ataupun bom molotov, jadi esok harinya lokasi demo sudah penuh dengan coretan yang bisa berupa stencil atau graffiti dengan berisi pesan aksi protes, kan lebih bagus tuh" ucapnya dengan nada canda. Kemudian ada pula penjelasan tentang B.E.M (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang di sampaikan oleh pembicara kedua, mas Rhenald. Inti kata Seni adalah senjata, seni adalah perlawanan, seni adalah propaganda. (text : ananda negara)
Dalam diskusi tersebut salah satu pembicara 'Andi RHARHARHA' mengatakan "Seni adalah perlawanan, mungkin sudah seharusnya mahasiswa sekarang mengenal apa itu graffiti, stencil, dan seni jalanan lainya. Sehingga mungkin dengan demikian aksi aktivisme mahasiswa seperti demo yang identik dengan aksi lempar bom molotov, berorasi menyampaikan pesan, dan terjadi bentrok fisik dengan aparat militer bisa dirubah menjadi aksi demo dengan menggunakan seni.
Mahasiwa harus di perkenalkan dengan pilox, jadi klo demo bawanya pilox bukan senjata tumpul ataupun bom molotov, jadi esok harinya lokasi demo sudah penuh dengan coretan yang bisa berupa stencil atau graffiti dengan berisi pesan aksi protes, kan lebih bagus tuh" ucapnya dengan nada canda. Kemudian ada pula penjelasan tentang B.E.M (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang di sampaikan oleh pembicara kedua, mas Rhenald. Inti kata Seni adalah senjata, seni adalah perlawanan, seni adalah propaganda. (text : ananda negara)


