+ Sunday, 23 September 2012

20G Attack YK


20G was attacking Yogyakarta. Click to watch the video.
More++

+ Friday, 23 March 2012

Free Spray Day Stencil Indonesia


FREE SPRAY DAY ! STENSIL INDONESIA
contribute by : RAW solo - LORONG SYNDICATE solo - TUGITU UNITE solo - MEDIA LEGAL jakarta - METAVANA medan - TINTA HITAM semarang - SENYUM MANIS solo - AUFSTAND solo - NODAKOTA solo - SENI RUPA UNS - DKV UNS-
Klik read more di bawah untuk melihat seluruh arsip dokumentasi foto.

Kritikan terhadap Nasarudin berupa wajahnya dengan badan Anjing dengan konsep
"nASUrudin" merupakan salah satu karya Tinta Hitam
More++

+ Sunday, 11 March 2012

Sticker Slap - Indraprasta, SMG


Hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 10 Maret 2012. Setelah mendatangi acara Street Art Gathering yaitu acara share dan ngobrol sesama seniman jalanan yang di prakarsai oleh salah satu penggerak komunitas seni ternama di kota Semarang yaitu GrobakHysteria, disana ada beberapa nama seperti Isrol medialegal dari I.S.A.D (Indonesia Street Art Database), 12PM, Zos, Positive Ink, dan kami sendiri  twentygrand/20grand, acara belokasi di Ufoo Cafe daerah sampangan mulai pukul 7 sampai 10 malam. Setelah acara kelar, kami bersama teman-teman yang lain bersepakat untuk berkarya di ruang publik dan memilih lokasi Indraprasta, Semarang. Jika kalian melewati jalan tersebut, jangan lupa untuk menengok ke kanan karena kalian akan melihat beberapa karya dari Galih, Suep the krib krib, Titnta Hitam, Karamba Art dan masih banyak lagi. Foto di atas adalah salah satu arsip dokumentasi kami saat bergerak di jalan melakukan sticker slap, bebas berekspresi tanpa birokrasi.
More++

+ Friday, 9 September 2011

Shoelace Belt


"Tekke, cah kae kentir! Tali sepatu di nggo sabuk, koyo wong edan." Ya, itu tadi sebuah umpatan dalam bahasa Jawa-Semarang dan merupakan penilaian skeptis secara umum yang keluar dari setiap orang, karena di anggap tidak normal atau di anggap bukan sebuah kebiasaan umum, dimana ujungnya adalah bukan budaya yang di lakukan orang kebanyakan.

Mungkin salah satu dari kalian pernah sesekali melihat atau termasuk orang yang pernah dan masih melakukan hal ini, mengenakan sabuk sebagai ikat pinggang? Lalu pernahkan kalian bertanya dari mana hal ini berasal? Saat ini kita sedang mencari tahu, dari mana sebenarnya asal sub-budaya tali sepatu digunakan sebagai sabuk untuk mengencangkan celana entah jeans atau celana
pendek.

Hasil pencarian dari berbagai sumber akhirnya berbuahkan titik cerah. Masyarakat yang pertama kali melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion sebagai bonus di akhir.

Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena faktor fungsional bukan style, yang terjadi adalah sangat tidak nyaman saat melakukan pop atau bending down sambil mengenakan sebuah benda yang benar-benar sabuk secara umum apalagi terbuat dari kulit. Disisi lain mereka juga tidak men-judge secara keseluruhan bahwa semua ikat pinggang akan berakhir dengan hal yang sama yaitu ketidak nyamanan, beberapa dari ikat pinggang umum memang ada yang nyaman saat di gunakan melakukan trik, tapi kenyamanannya tidak bisa tergantikan di bandingkan dengan tali sepatu yang di jadikan ikat pinggang.

Dari kelompok kecil ini, akhirnya tali sepatu yang di jadikan ikat pinggang menjadi sebuah fenomena dunia, baik dunia fashion dan juga menginspirasikan scene lain seperti BMX, rollerblade, Snowboard, FMX, fixie, street fashion, musik dll atas dasar alasan pertama adalah kenyamanan dan kedua fashion. Tambahan info, seorang Rapper yang bernama WizKhalifa dengan lagunya yang terkenal yaitu Black and Yellow juga melakukan subkultur ini.

Jadi kesimpulan dari kita adalah Function and fashion melted down become one as subculture, especially as street youth subculture. Pada akhirnya benda ini juga menjadi salah satu media alternatif bagi seniman untuk berkarya menuangkan seni mereka pada sebuah tali sepatu yang kemudian digunakan sebagai ikat pinggang. We would like to say thanks for those who has made this subculture happened and still run it. Secara personal, saya juga pernah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dengan sebuah benda yang "benar-benar ikat pinggang" saat melakukan trik dengan sepeda BMX, hal yang sama yaitu tidak nyaman ketika melakukan bunny-hop, dan yang paling males adalah ketika bails  ikat pinggang kalian akan rusak karena nggrasuk pada entah aspalt atau lantai paving, jadi pikir dua kali untuk mengenakan benda yang bernama "Real-belt" saat melakukan trik dengan sepeda BMX mu, khususnya tentang kenyamanan, style dan fashion. (NDA20)
More++